kota di tengah hutan
menapak jejak kehidupan
Minggu, 12 Juni 2011
Rabu, 27 Oktober 2010
Senin, 25 Oktober 2010
keajaiban otak
Hati-hati dengan otak, karena dia sangat peka!!!
ungkapan ini didasarkan pada pembentukan otak yang sangat terpengaruh pada bagaimana dia berkembang, di lingkungan seperti apa dia berkembang.
otak akan berkembang dengan bagus jika berada di lingkungan yang bagus, yaitu lingkungan yang penuh dengan pujian, penularan energi positif, dukungan dan semangat serta hal baik lainnya. sebaliknya, otak akan hancur jika dia berada di lingkungan yang buruk, yaitu lingkungan yang penuh dengan caci maki, saling merendahkan, tidak ada penghargaan, penuh dengan energi negatif.
mengapa demikian? ibaratnya sebuah pohon yang akan tumbuh subur, jika dipupuk, diberi perhatian, dirawat. begitu juga otak, dalam satu sel otak itu akan tumbuh ribuan sel otak lainnya ketika dia menerima pujian. (bayangkan jika satu batang pohon mengeluarkan ribuan ranting!). Sebaliknya, ribuan sel otak akan mati ketika dia menerima cacian dan makian. akan seperti apakah otak kita jadinya?
sebaiknya di lingkungan seperti apakah otak kita, otak anak-anak kita, otak saudara-saudara kita dikembangkan? sudikah kita otak kita hancur karena cacian orang lain? sudikah otak anak-anak kita hancur karena cacian kita?
*bersambung*
ungkapan ini didasarkan pada pembentukan otak yang sangat terpengaruh pada bagaimana dia berkembang, di lingkungan seperti apa dia berkembang.
otak akan berkembang dengan bagus jika berada di lingkungan yang bagus, yaitu lingkungan yang penuh dengan pujian, penularan energi positif, dukungan dan semangat serta hal baik lainnya. sebaliknya, otak akan hancur jika dia berada di lingkungan yang buruk, yaitu lingkungan yang penuh dengan caci maki, saling merendahkan, tidak ada penghargaan, penuh dengan energi negatif.
mengapa demikian? ibaratnya sebuah pohon yang akan tumbuh subur, jika dipupuk, diberi perhatian, dirawat. begitu juga otak, dalam satu sel otak itu akan tumbuh ribuan sel otak lainnya ketika dia menerima pujian. (bayangkan jika satu batang pohon mengeluarkan ribuan ranting!). Sebaliknya, ribuan sel otak akan mati ketika dia menerima cacian dan makian. akan seperti apakah otak kita jadinya?
sebaiknya di lingkungan seperti apakah otak kita, otak anak-anak kita, otak saudara-saudara kita dikembangkan? sudikah kita otak kita hancur karena cacian orang lain? sudikah otak anak-anak kita hancur karena cacian kita?
*bersambung*
Sabtu, 23 Oktober 2010
efek sebuah perkataan
Hati-hati dengan perkataan Anda, karena dia akan menjadi perbuatan Anda
Hati-hati dengan perbuatan Anda, karena dia akan menjadi kebiasaan Anda
Hati-hati dengan kebiasaan Anda, karena dia akan menjadi karakteristik Anda
Hati-hati dengan perbuatan Anda, karena dia akan menjadi kebiasaan Anda
Hati-hati dengan kebiasaan Anda, karena dia akan menjadi karakteristik Anda
just curhat
Masalah ini seringkali menjadi ganjalan dalam kehidupanku saat ini, cara aku berhubungan sosial dengan orang lain sedikit membingungkan, terkadang aku tidak bisa membedakan mana serius mana tidak, kapan harus formal dan kapan tidak, aiiihhhh pusing amat mikirin bagaimana bersikap, seharusnya aku bersikap baik saja sama semua orang, tetapi jika sudah menyangkut perasaan apalagi tidak suka, aku kadang sukar mengendalikan perasaan, atau bahkan sebaliknya jika suka pun seringkali kehilangan akal untuk bersikap normal…. Pertanda apakah ini..? pertanda potensi kebijaksanaan dalam diriku belum diasah sampai bisa muncul ke permukaan… harus lebih banyak menggali terus potensi unggul dalam diri…
The big expectation…
Ah sebenarnya tidak terlalu besar juga harapan itu, hanya saja, rasa ingin tahu menguasai akal pikiran sehingga sedikit meningkatkan harapan…
Apa yang kucari juga belum pernah kuketahui secara jelas… sehingga seringkali ku bersikap dan berbuat seadanya… seandainya tujuan itu jelas mungkin aku bisa bertindak lebih fokus…
HOPING FOR NOTHING….
Berharap pada ketidakpastian, akan selalu menghasilkan hal yang sama, KECEWA… tetapi tidak ada hal apapun terjadi tanpa Allah yang menghendaki, jadi adalah suatu KENISCAYAAN bahwa sebuah kebaikan yang datang itu dari Allah tetapi sebaliknya sebuah keburukan itu datang karena ulah manusia sendiri.
Apa makna dari semua ini tergantung dari sudut pandang mana kita menilai, sekali lagi jika kita melihat dari sudut pandang sebuah ilmu maka yang terlihat adalah ilmu, apabila kita melihat dari sudut pandang materi, maka yang terlihat adalah materi, jika kita melihat dari sudut pandang perasaan, maka yang terlihat adalah perasaan. Apapun itu diharapkan sikap kedewasaan muncul sebagai hasil pelajaran yang diambil dari pengalaman hidup ini.
The big expectation…
Ah sebenarnya tidak terlalu besar juga harapan itu, hanya saja, rasa ingin tahu menguasai akal pikiran sehingga sedikit meningkatkan harapan…
Apa yang kucari juga belum pernah kuketahui secara jelas… sehingga seringkali ku bersikap dan berbuat seadanya… seandainya tujuan itu jelas mungkin aku bisa bertindak lebih fokus…
HOPING FOR NOTHING….
Berharap pada ketidakpastian, akan selalu menghasilkan hal yang sama, KECEWA… tetapi tidak ada hal apapun terjadi tanpa Allah yang menghendaki, jadi adalah suatu KENISCAYAAN bahwa sebuah kebaikan yang datang itu dari Allah tetapi sebaliknya sebuah keburukan itu datang karena ulah manusia sendiri.
Apa makna dari semua ini tergantung dari sudut pandang mana kita menilai, sekali lagi jika kita melihat dari sudut pandang sebuah ilmu maka yang terlihat adalah ilmu, apabila kita melihat dari sudut pandang materi, maka yang terlihat adalah materi, jika kita melihat dari sudut pandang perasaan, maka yang terlihat adalah perasaan. Apapun itu diharapkan sikap kedewasaan muncul sebagai hasil pelajaran yang diambil dari pengalaman hidup ini.
definisi sifat seseorang dalam wujud bentuk
Hari ini menginjak hari ketiga pelatihan HANIFIDA, tentang bedah otak, dan tadi itu ada beberapa test yang dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa banyak yang menggunakan otak kiri dan otak kanan, ternyata hasil dari beberapa test itu kebanyakan para peserta lebih dominan menggunakan otak kiri. Salah satu test yang diberiana adalah mengenal kecenderungan pemakaian otak dari bentuk:
segitiga:
karakter orang yang menyukai bentuk segitiga adalah; pertama: "landasan hidup kuat, pandai, simple dalam cara pandang suatu masalah." kedua: "karena simple maka visi dan misi tidak jelas, dalam pekerjaan leadership biasa, tidak romantis", ketiga: "dominan yang dipakai otak kiri."
segiempat:
karakter orang yang menyukai bentuk segiempat adalah; pertama: "pendiriannya tegas dan kuat, kurang fleksibel dalam pekerjaan, leadershipnya cukup dan berkomitmen tinggi, kedua: "terkesan lugu dan monoton". ketiga: "dominan yang dipakai otak kiri."
zigzag:
karakter orang yang menyukai bentuk zigzag adalah berambisi, leadernya tinggi, visi dan misinya jelas, komitmen tinggi, kerja keras untuk mencapai cita-cita", kedua: "hidupnya sering merasa kesepian" ketiga: "dominan yang dipakai otak kiri."
lingkaran:
karakteristik orang yang menyukai bentuk lingkaran adalah: pertama: "oragnya romantis, berpikiran positif, komitmen dan leadershipnya lumayan, udah jatuh cinta. kedua: "lebih senang jalan-jalan daripada bekerja. ketiga: sangat menyukai seks, keempat: "dominan yang dipakai otak kanan."
segitiga:
karakter orang yang menyukai bentuk segitiga adalah; pertama: "landasan hidup kuat, pandai, simple dalam cara pandang suatu masalah." kedua: "karena simple maka visi dan misi tidak jelas, dalam pekerjaan leadership biasa, tidak romantis", ketiga: "dominan yang dipakai otak kiri."
segiempat:
karakter orang yang menyukai bentuk segiempat adalah; pertama: "pendiriannya tegas dan kuat, kurang fleksibel dalam pekerjaan, leadershipnya cukup dan berkomitmen tinggi, kedua: "terkesan lugu dan monoton". ketiga: "dominan yang dipakai otak kiri."
zigzag:
karakter orang yang menyukai bentuk zigzag adalah berambisi, leadernya tinggi, visi dan misinya jelas, komitmen tinggi, kerja keras untuk mencapai cita-cita", kedua: "hidupnya sering merasa kesepian" ketiga: "dominan yang dipakai otak kiri."
lingkaran:
karakteristik orang yang menyukai bentuk lingkaran adalah: pertama: "oragnya romantis, berpikiran positif, komitmen dan leadershipnya lumayan, udah jatuh cinta. kedua: "lebih senang jalan-jalan daripada bekerja. ketiga: sangat menyukai seks, keempat: "dominan yang dipakai otak kanan."
Jumat, 04 Juni 2010
RI-Palestina
KEMERDEKAAN RI BERHUTANG KEPADA PALESTINA
Bagikan
17 Januari 2009 jam 3:02
Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Ngapain sih mendukung Palestina?
Kalau ada ribut-ribut di negara-negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan kita terhadap negara tersebut.
Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Banyak mungkin yang bertanya-tanya, "Ngapain sih mendukung Palestina?"
Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga karena entah mendukung atau tidak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.
Padahal, untuk yang belum mengetahui, kita sebagai orang Indonesia malah berhutang budi, dan pantas memberikan dukungan untuk Palestina.
Proklamator kemerdekaan RI Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain.
Pada persyaratan ini, kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia dapat berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc.
Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI serta Pahlawan Nasional RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI dan tokoh Islam kelas dunia, pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia/DDII serta Pahlawan Nasional yang dipinggirkan di Masa Orde Lama dan Orde Baru), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan), dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peran-serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.
Sedikit informasi, Palestina saat itu, adalah wilayah Protektorat Kerajaan Inggris (atau lebih-kurang adalah jajahan Inggris) setelah direbut dari Kekhalifahan Turki Usmaniyah (Turki Ottoman) yang jatuh pada tahun 1924 dan kemudian mereka serahkan kepada organisasi Zionis sehingga mengakibatkan negara Israel berdiri pada tahun 1948 yang didukung Amerika Serikat pula (sedikit mengenai ini, silahkan baca artikel saya TENTANG ISRAEL: YANG USA & SEKUTUNYA TAK MAU ANDA (BANYAK) KETAHUI dengan alamat http://www.facebook.com/note.php?note_id=45223343132&comments).
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaanIndonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan."
Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai Mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia " dan memberikan dukungan penuh.
Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.
Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..."
Setelah seruan dari Mufti Palestina itu, maka negara berdaulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949.
Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 Nopember 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk mendoakan para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang menyolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir yang dimotori gerakan Ikhwanul Muslimin (persaudaraan kaum muslim), berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih - tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.
Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:
"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atasdeknya. Mereka menyerang kamar stirman, menarik keluarpetugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada minornya menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."
Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita.
(Lihat foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti Palestina syaikh Amin Husain, dan pemimpin Mesir di attachement supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela Indonesia ini)
NB: diantara tokoh gerakan islam yang aktif menyuarakan pembelaan adalah Asyyahid Hasan Albanna, seorang ulama besar dunia Islam pada jamannya.
Pernyataan Tokoh dalam buku ini:
Drs. Moh. Hatta:
"Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau."
A.H. Nasution:
"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak,Saudi-Arabia, Jemen,memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".
Penutup
"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari)
Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendaklah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim) Penjelasan: "Dengan hati" artinya tindakan aktif dan bukan pasif, senantiasa membencinya dan berusaha merubahnya seandainya ia sudah mampu atau berani.
Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkan (do'a mereka). (HR. Abu Zar)
Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla tidak menyiksa (orang) awam karena perbuatan (dosa) orang-orang yang khusus sehingga mereka melihat mungkar di hadapan mereka dan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya (menentangnya). Kalau mereka berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam (seluruhnya). (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
QS Al Maaidah ayat 35. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."
QS At Taubah ayat 111 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat (Torah), Injil (Bible) dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
Tulisan ini disadur dari berbagai sumber.
Wassalaamu'alalaikum warohmatullahi wabarokatuh
Abu Taqi Mayestino/Kiky/Uki
Bagikan
17 Januari 2009 jam 3:02
Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Ngapain sih mendukung Palestina?
Kalau ada ribut-ribut di negara-negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan kita terhadap negara tersebut.
Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Banyak mungkin yang bertanya-tanya, "Ngapain sih mendukung Palestina?"
Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga karena entah mendukung atau tidak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.
Padahal, untuk yang belum mengetahui, kita sebagai orang Indonesia malah berhutang budi, dan pantas memberikan dukungan untuk Palestina.
Proklamator kemerdekaan RI Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain.
Pada persyaratan ini, kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia dapat berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc.
Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI serta Pahlawan Nasional RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI dan tokoh Islam kelas dunia, pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia/DDII serta Pahlawan Nasional yang dipinggirkan di Masa Orde Lama dan Orde Baru), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan), dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peran-serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.
Sedikit informasi, Palestina saat itu, adalah wilayah Protektorat Kerajaan Inggris (atau lebih-kurang adalah jajahan Inggris) setelah direbut dari Kekhalifahan Turki Usmaniyah (Turki Ottoman) yang jatuh pada tahun 1924 dan kemudian mereka serahkan kepada organisasi Zionis sehingga mengakibatkan negara Israel berdiri pada tahun 1948 yang didukung Amerika Serikat pula (sedikit mengenai ini, silahkan baca artikel saya TENTANG ISRAEL: YANG USA & SEKUTUNYA TAK MAU ANDA (BANYAK) KETAHUI dengan alamat http://www.facebook.com/note.php?note_id=45223343132&comments).
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaanIndonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan."
Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai Mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia " dan memberikan dukungan penuh.
Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.
Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..."
Setelah seruan dari Mufti Palestina itu, maka negara berdaulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949.
Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 Nopember 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk mendoakan para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang menyolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir yang dimotori gerakan Ikhwanul Muslimin (persaudaraan kaum muslim), berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih - tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.
Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:
"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atasdeknya. Mereka menyerang kamar stirman, menarik keluarpetugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada minornya menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."
Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita.
(Lihat foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti Palestina syaikh Amin Husain, dan pemimpin Mesir di attachement supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela Indonesia ini)
NB: diantara tokoh gerakan islam yang aktif menyuarakan pembelaan adalah Asyyahid Hasan Albanna, seorang ulama besar dunia Islam pada jamannya.
Pernyataan Tokoh dalam buku ini:
Drs. Moh. Hatta:
"Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau."
A.H. Nasution:
"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak,Saudi-Arabia, Jemen,memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".
Penutup
"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari)
Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendaklah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim) Penjelasan: "Dengan hati" artinya tindakan aktif dan bukan pasif, senantiasa membencinya dan berusaha merubahnya seandainya ia sudah mampu atau berani.
Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkan (do'a mereka). (HR. Abu Zar)
Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla tidak menyiksa (orang) awam karena perbuatan (dosa) orang-orang yang khusus sehingga mereka melihat mungkar di hadapan mereka dan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya (menentangnya). Kalau mereka berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam (seluruhnya). (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
QS Al Maaidah ayat 35. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."
QS At Taubah ayat 111 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat (Torah), Injil (Bible) dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
Tulisan ini disadur dari berbagai sumber.
Wassalaamu'alalaikum warohmatullahi wabarokatuh
Abu Taqi Mayestino/Kiky/Uki
Langganan:
Komentar (Atom)